Ummul-Quro Al Islami,-Tahun 2011, Pembangunan Ponpes Ummul-quro Al-Islami semakin gencar di laksanakan. Ummul Quro Al-Islami membangun beberapa lokal kelas dan asrama baru untuk santri/wati. Pembangunan ini juga diiringi dengan renovasi masjid berupa instalasi baja ringan sebagai pengganti atap gengting konvensional, karena cenderung lebih ringan sehingga bisa memberi dampak tahan lama pada bangunan agar tidak lekas roboh.

Selain pembangunan fisik, Pimpinan pun melakukan pelapisan aspal hotmix pada jalan masuk utama pesantren mengingat keluar-masuknya truk-truk besar berisi bahan bangunan serta Mesin Belco pengeruk tanah sedikit demi sedikit merapuhkan pondasi jalan yang sebelumnya hanya berupa coran semen.

Pembangunan fisik pada tahun ini lebih gencar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mengingat kapasitas tampung pesantren berupa kelas dan asrama telah melebihi batasnya, sedangkan minat para wali santri terhadap pendidikan pesantren semakin meningkat.

Memasuki awal tahun pengajaran 2011-2012, kurang lebih 800 santri/wati baru mendaftar pada awal dibukanya pendaftaran santri/wati baru. Jumlah ini mengalami lonjakan hingga 20% dibandingkan tahun lalu. Walaupun telah diberlakukan sistem quota maksimal santri/wati baru, hal ini tidak menyurutkan para calon/wali santri dalam mempercayakan pendidikan putra-putrinya ke pondok pesantren. Hal ini karena sistem pondok pesnatren memiliki keunggulan berupa pendidikan islam terpadu, yang juga terintegrasi dengan kurikulum Depag. Selain pada sistem pendidikan, para santri pun cenderung lebih terdidik untuk mandiri dan terlatih fasih dalam berbahasa Arab-Inggris, dimana saat era global ini, komunikasi internasional sangatlah penting.

Bersama dengan dibangun dan bertambahnya bangunan fisik pesantren, diupayakan agar mutu pendidikan dan kualitas santri dapat meningkat seiring dengan bertambahnya infrastruktur pesantren.


Ceramah KH. Helmi Abdul Mubin LC yang sangat mengharukan
Pada awal tahun tahun 90-an beberapa orang yang mengaku dari kedutaan Australia  berkunkung kesebuah pesantren di Indonesia, mereka membawa misi untuk mencari guru-guru agama yang bisa mengajarkan agama di komunitas muslim Australia. Karena ketidaksiapan sumber daya manusia di pesantren itu, mereka pulang dengan tangan hampa.

Pasti diantara sahabat-sahabat ada yang punya hobi nulis. Jangan khawatir, sekarang sudah ada infouqie yang siap nampung tulisan sahabat. Semua hobi dan tulisan sahabat, tentang apa saja, bisa nongol di sini. Kebetulan saya masih menunggu donator tulisan dari sahabat-sahabat nich, sahabat bisa kirim ke email : justforridwan@gmail.com, so tulisan sahabat bisa langsung di posting. Atau, bagi sahabat-sahabat yang punya info tentang UQIE, marhalah/angkatan, alumni dan lain-lain, jangan sungkan, kirim saja ke: infouqie. Tulisan sahabat bisa berbahasa arab, inggris atw Indonesia. Udah dulu ya sahabat …… salam hangat.